Minggu, 12 Maret 2017

CIRI-CIRI KERUSAKAN PADA SOFTWARE DAN HARDWARE

. Komputer Tidak Mau Hidup
 Cek kondisi kabel power CPU, monitor/LCD (stabiliser /UPS)
 Cek kabel power CPU apakah terhubung secara baik dengan sumber listrik//stabiliser/UPS
 Cek kabel power monitor/LCD juga terhubung baik dengan sumber listrik/stabiliser/UPS
2. Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
 Perhatikan bunyi beep
a. Beep 1 kali saja: Tanda bahwa kondisi komputer baik
b. Beep 1 kali, panjang: Terdapat problem di memory
c. Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek: Kerusakan di VGA card
d. Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek: Kerusakan di DRAM parity
e. Beep terus menerus: Kerusakan dimodul memory atau memory video
 Cek dengan menggunakan software dianosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll
3. Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)
 Restart kembali komputer anda
 Jika masih trouble intall ulang windows anda
 Jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah cek dengan : scan disk
4. Komputer Mau Booting Tetapi Proses Boot Lambat dikarenakanterlalu banyak program yang harus diupload saat start-up.
 Masuk ke msconfig (start menu program >>run ketik msconfig)
 Klik tab startup dan buang tanda centang pada kotak dialog ini
 Klik tombol apply dan Ok
5. Komputer Sering Hang Disebabkan software mengalami crash
 Tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”
 Tekan tombol restart pada CPU
 Disebabkan hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
 Konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
 Install ulang windows anda, tetapi yang perlu diingat sebelum reinstall windows anda,
 Lepaskan dulu hardware baru anda nyalankan fasilitas “add new“ hardware yang terdapat pada control panel.
6. Keyboard atau Mouse Tidak Dikenali Oleh Komputer
 Cek apakah keyboard anda sudah terpasang dengan benar
 Jika sudah tapi masih juga keyboard tidak terdeteksi maka kemungkinan keyboard anda bermasalah
 Coab ganti keyboard anda, jika sudah diganti tapi juga masih bermasalah maka kemungkinan besar yan rusak adalah di bagian port keyboard di MB anda.
7. Pointer Mouse Selalu Meloncat-Loncat
 Mouse kotor (khususnya pada bola mouse)
8. Komputer Sering Crash
 Cek semua posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada casing, cek suhu pada CPU dan juga cek ram, processor dan juga vga.
9. Bila Produsen MB Tidak Diketahui
 Buka casing, dan cek CPU anda bisaanya sebuah MB memiliki label produsen yang sekaligus berisi spesifikasi tipe Mb Nya
 Lihat pada manual book
 Gunakan software analisa, seperti sandra99 dll.
10. Lupa Password BIOS
 Cabut batterey cmos pada cpu
 Atau dengan cara emncoba menebak bberapa password default untuk beberapa produsen bios misalkan AMI dan AWARD (contoh : A.M.I, AMI, AMI_SW, ALLY, 589589 dll)
11. Jam dan setting tanggal BIOS Selalu Berubah-Rubah
 Batteray cmos sudah tidak berfungsi (mati), ganti dengan batteray yang baru
12. Menambah Perangkat Hardware Baru, Tp Tidak Terdeteksi Oleh BIOS
 Kemungkinan besar bios anda sudah kuno sehingga tidak dapat mendeteksi hardware yang baru, maka segera update bios anda (bisa download melalui internet, mis :www.windrivers.com)
13. Melacak Kerusakan Card Pada MB
 Cobalah denganmencabut dan menancapkan beberapa card pada MB anda
 Jika booting berhasil maka card anda tidak bermasalah begitu jua sebaliknya
14. Processor Cepat Panas
 Perhatikan fan atau cooler anda (pendingin)
15. Pasang Processor Baru Tp Tidak Terdeteksi
 Cek apakah anda sudah memasang processor denan benar
 Cek apakah posisi jumper pada processor sudah benar (tentang jumper pada processor bisa anda priksa pada manual booknya)
16. Crash Setelah Memasang RAM Baru
 Kemungkinan ram yang anda pasang tidak kompatibel dengan komputer anda (cabut ram tersebut)
17. Menambah RAM Tapi Tidak Terdeteksi
 Lakukan pengecekan seperti ketika kasus sebelumnya
 Pastikan slot yan dipakai sesuai, misalnya : SD RAM memiliki slot yang hampir sama dengan RD RAM tetapi RD RAM, tidak bisa terdeteksi meskipun bisa dipasang pada slot jenis SD RAM.
18. Setelah Menambah RAM Proses Komputer Manjadi Semakin Lambat
 Perhatikan batas kapasitas ram anda, misalnya ram jenis EDO batas maksimalnya adalah 64 MB, maka ketika dipaksakan untuk ditambah maka komputer anda menjadi semakin lambat
19. Virtual Ram
 Klik kanan icon My computer, pilih propertis, kemudian pilih tab performance dan klik VIRTUAL MEMORY
 Pilih item let me specify my own virtual memory setting (pilih HD yang akan digunakan sebagai virtual memory)
 Klok OK
20. Kipas Terlalu Berisik
 Fan/kipas kotor atau ada sesuatu yang nyangkut di fan atau mungkin juga RPM (satuan ukuran dari rotasi fan dalam waktu 60 detik) anda besar, makin tinggi RPM makin tinggi decibelnya sehingga suara yang ditimbulkannya jua keras
21. Mendingin CPU Dengan Software
 Mislanya CPUIdle, Rain, Waterfall
22. Monitor Tidak Mau Nyala
 Pastikan semua kabel power maupun konektor yang berhubungan dengan monitor ok
 Pastikan juga pin yang ada pada port vga masuk dengan sempuran tidak ada yang bengkok apalagi tidak masuk semua/salah satu pin ke port vga
 Pastikan juga VGA card anda ok
23. Monitor Menjadi Gelap Saat Loading Windows
 Kemungkinan disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat(setting frekuensinya terlalu tinggi)
 Masuk dulu ke dalam kondisi safe mode (tekan f8)
 Install ulang driver VGAnya
24. Tampilan Tiba-Tiba Rusak Dan Komputer Manjadi Hang
 Dikarenakan suhu (pada VA card) sangat panas
25. Ukuran Tampilan monitor Tidak Sesuai Keinginan
 Masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
 Tekan tab setting dan dan atur ukuran tampilan sesuai dengan keinginan (pada screean area)
26. Monitor Seperti Berkedip Saat Digunakan
 Masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
 Tekan tab setting dan klik advance, kemudian klik adapter, pada bagian ini ditampilkan refresh raet yang dininkan
27. Sound Card Baru Tidak Terdeteksi
 Crash dengan saounda card yang lama
 Cek pada manual booknya, apakah soundcard on boardnya perlu dimatikan atau tidak jika henda menginstall ulang soundcard yan baru (bisaanya bisa dimatikan lewat jumper atau bios)
B. IDENTIFIKASI KERUSAKAN KOMPUTER BERDASARKAN BUNYI BEEP
Beberapa hal sebelum kita melakukan service atau pembanahan Personal Computer/PC sebaiknya kita mengerti kerusakan atau kejanggalan yang terjadi pada PC dengan mendeteksinya melalui suara yang dikeluarkan. diantara nya adalah:
 1 Kali suara BIP
Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.
 2 Kali
Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, bisaanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.
 3 Kali
Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.
 4 Kali
Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
 5 Kali
Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.
 6 Kali
Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.
 7 Kali
Kesalahan prosesor.
 8 Kali
Kesalahan baca/tulis memory display.
 9 Kali
Kerusakan BIOS.
 10 Kali
Kesalahan CMOS.
 11 Kali
Kerusakan cache memori.
 1 bip panjang
Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard. 1 bip panjang, 2 bip pendek Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.
 1 bip panjang, 3 bip pendek
Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.
 Suara bip sambung menyambung
Dapat disebabkan memori atau video card. Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan komputer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada. Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda.
Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus. Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna. Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
 Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang.
 Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, periferal eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.
 Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.
 Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.
C. KERUSAKAN SOFTWARE
Komputer yang pernah terkena virus, malware dan sejenisnya bisaanya banyak fitur yang tidak berjalan normal (sistem/windows mengalami kerusakan). Misalnya Task Manager, Run, Command prompt yang tidak bisa berjalan, dan kadang sampai file-file tertentu seperti EXE, COM dan lainnya juga tidak bisa dijalankan. Kerusakan semacam itu bisaanya bisa diperbaiki baik manual, menggunakan CD Windows atau dengan software pihak ketiga.
Jika kita mempunyai CD master windows, dan kerusakan cukup parah, bisaanya masih bisa diatasi dengan memanfaatkan fitur Repair (baca : Cara me-repair (memperbaiki) Installasi Windows XP )
1. Booting Gagal, Komputer Selalu Restart Ulang.
•  Gejala :
Ketika melakukan proses Booting berjalan dan menampilkan layar Windows XP Start Up, tiba-tiba muncul blue screen dan komputer restart ulang. secara otomatis. Kotak dialog Logon Windows yang bisaanya tampil, kali ini tidak sempat muncul karena komputer keburu restart.
•  Solusi :
Permasalahan di atas seringkali terjadi karena kerusakan file Kernel32.dll. Cobalah amati apakah pada blue screen yang muncul terlihat pesan “This error can occur if the Kernel32.dll file is missing or damaged’. Jika ternyata memang file Kernel32.dll mengalami kerusakan, janganlah terburu-buru untuk melakukan instalasi ulang Windows XP. Orang seringkali mencari jalan mudah untuk memperbaiki kemsakan sistem dengan instalasi ulang. Tetapi jelas penyelesaian tersebut akan membutuhkan waktu yang lama karena Anda tidak hanya melakukan instalasi ulang sistem operasi tetapi juga aplikasi.
Untuk itu lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Anda dapat menggunakan Recovery Console untuk melakukan perbaikan sistem. Recovery Console merupakan salah satu fasilitas Windows yang dapat digunakan untuk melakukan restore file-file system dari CD master Windows dan dimasukkan ke harddisk dimana Windows berada sebagai sebuah sistem operasi. Caranya, pada saat startup Windows, pilih Recovery Console. Pilihan tersebut akan memunculkan Command prompt.
b. Pada Command Prompt yang muncul seperti di atas, ketikkan perintah sebagai berikut: CDWindows(enter), CD System32 (enter)
c. Ubahlah nama [kernel32.dll] yang lama menjadi [kemel32.old]. Caranya ketik perintah [ren kernel32.dll kemel32.old lalu tekan [enter]
d. Ketik [map] tanda dan kemudian tekan [enter]
e. Catatlah posisi drive CD-ROM yang didalamnya terdapat CD Windows XP.
f. Lakukan ekstraksi kernel32.dll dengan mengetikkan sebagai berikut: [expand i386kernel32.dl_ ] dimana menunjukkan posisi drive CD master Windows XP dan jangan lupa tekan ENTER. Sebagai contoh, ketik: [expand d:i386kernel32.dl_ [enter] Catat bahwa karakter sesudah huruf “L” adalah”_”. Pengetikkan di atas jika berhasil akan diikuti pesan “Kernel32.dll, 1 file(s) expanded”.
g. Ketikkan [exit] dan komputer akan melakukan restart.
Yang menjadi masalah adalah bahwa mungkin saja Windows XP pada komputer Anda tidak memiliki fasilitas Recovery Console karena pada saat instalasi tidak disertakan. Anda dapat memulainya dari CD Windows XP. Untuk melakukannya ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Masukkan CD Windows XP dan lakukan re-start komputer. Jangan lupa untuk melakukan semua setting yang diperlukan pada BIOS untuk membuat boot dari CD.
b. Perhatikan layar pada saat proses setup Windows yang dijalankan. Ketika bagian yang berbasis teks dari Setup dimulai, pilih opsi repair or recover dengan menekan tombol “R”.
c. Ketika muncul prompt, ketikkan password Administrator dari Windows XP Anda.
d. Setelah itu Anda bisa langsung mengetikkan perintah-perintah Recovery Console. Ketik [help] untuk mengetahui perintah-perintah yang disediakan dan ketik [exit] untuk mengakhir recovery console.
2. Komputer Mau booting, Tetapi selalu “Safe Mode”
• Gejala :
Pada saat computer booting tiba-tiba Sistem Operasi Windowsmerekomendasikanpemakai untuk menggunakan Safe Mode. Setelah dipilih pilihan tersebut, ternyata komputer tidak dapat dioperasikan sebagaimana mestinya. Tidak bisa mencetak. tidak bisa menampilkan gambar full color. Bahkan hampir semua driver tidak dapat aktif pada mode ini.
• Solusi :
Masuknya sistem ke posisi Safe Mode, berarti ada yang tidak beres dalam komputer Anda baik menyangkut sistem Windows-nya, driver dan file penting lainnya dari Windows. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda kerjakan jika sistem Windows anda seringbooting dalam kondisi Safe Mode.
a. Restart kembali Windows pada komputer Anda dan paksakan untuk menggunakan normal mode. Jika terdapat kesalahan sistem, bisaanya Windows akan mengeluarkan pemyataan-pemyataan error.
b. Kebanyakan safe mode disebabkan karena hilangnya file sistem, driver dan file penting lainnya dari Windows. Lakukan kembali up-date driver jika memang sistem driver yang mengalami masalah.
c. Jika safe mode muncul secara berulang-ulang, maka kemungkinan lain yang menyebabkannya adalah kerusakan di bagian dalam hard disk. Untuk memeriksanya, masuk saja ke safe mode dan lakukan scan disk dulu hard disk Anda. Klik [Start > All Programs > Accessories > System Tools] dan yang terakhir pilih ScanDisk. Penggunaan Scanddisk akan menunjukkan jika ada masalah dengan fisik harddisk Anda.
d. Microsoft sebagai produsen Windows juga memiliki alamat yang bisa digunakan untuk media konsultasi kesalahan yang terjadi pada Windows XP. Jika Anda bermaksud untuk memperbaiki error yang terjadi, Anda dapat mencatat pesan kesalahan yang muncul dan mengkonsultasikan hal itu pada Microsoft. Hubungi situs Microsoft Coorporation pada bagian Technical Support situs http://support.microsoft.com/
3. Komputer Hang Ketika Proses Shutdown
• Gejala :
Bisaanya setelah di klik pilihan shutdown pada Windows, maka Windows akan melakukan penyimpanan setting Windows (ditunjukkan dengan tulisan Saving Your Setting pada monitor), dan selanjutnya proses shutwon selesai. Tetapi dalam kasus ini, setelah proses [Saving Your Setting] tiba-tiba komputer hang, mouse mati, dan bahkan tombol CTRL-ALT + DEL tidak bisa digunakan untuk melakukan restart komputer.
• Solusi :
Problem seperti di atas memang tidak selalu terjadi pada komputer. Jadi masalah yang terjadi bersifat temporer atau tidak permanen. Hal itu bisa terjadi terkait dengan perubahan seting sistem yang dilakukan ketika komputer masih aktif.
Jika pada komputer seringkali terjadi permasalahan seperti di atas, lakukan restart komputer dengan menggunakan tombol restart, untuk kembali masuk ke Windows. Ketika Windows sedang aktif, cobalah untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
4. Ketika Shutdown, Komputer Malah Restart Otomatis.
• Gejala :
Ketika melakukan proses Shutdown, tiba-tiba Windows restart secara otomatis. Padahal opsi yang dipilih adalah Shutdown Computer bukan Restart Windows.
• Solusi :
Pada kondisi default, maka sistem Windows akan memberikan aksi restart secara otomatis jika komputer mengalami crash. Jika Anda ingin mengubah aksi restart otomatistersebut, maka Anda dapat melakukannya dengan beberapa cara seperti berikut:
5. Shutdown berjalan sangat lambat.
• Gejala :
Shutdown Windows dapat berjalan dan berhasil mematikan komputer, tetapi prosesnya sangat lambat bahkan dilakukan dalam beberapa menit.
• Solusi :
Seringkali masalah shutdown yang terlalu lama disebabkan karena konsekuensi dariperangkat lunak yang dijalankan ketika proses shutdown dilakukan. Hal lain yang bisa menyebabkan itu adalah crash antar perangkat keras yang satu dengan perangkat keras yang lainnya dalam komputer Anda. Jika menemui masalah seperti di atas, lakukan uji coba dengan trial and error, program atau perangkat apakah yang menyebabkan hal itu terjadi. Berikut adalah beberapa analisa yang didapatkan dari berbagai sumber tentang proses shutdown yang terlalu lambat tersebut.
6. Hardware tidak terdeteksi oleh komputer.
 Gejala : Sebelumnya pendeteksian hardware tersebut bisa berhasil dengan baik di dalam jendela Device Manager.
 Solusi :
a. Buka Device Manager dan perhatikan pada bagian toolbar terdapat tiga pilihan pokok untuk pengelolaan driver hardware yaitu:
1. Update Driver
2. Disabled
3. Uninstall
b. Pilihan Update driver digunakan untuk melakukan pancarian kembali driver atau melakukan install ulang driver hardware yang mengalami masalah. Pilihan Disabled digunakan untuk me-nonaktifkan driver hardware yang sebelumnya aktif. Sedangkan pilihan Un-install digunakan untuk melakukan penghapusan driver yang ada.
c. Jika hardware mengalami masalah yaitu tidakterdeteksi oleh Sistem Operasi, makaAnda bisa melakukan langkah Update Driver. Sebagai contoh, di bawah ini adalah urutan langkah untuk melakukan proses update driver tersebut.
• Aktifkan Device Manager dan klik cfwerdari perangkat keras yang akan di update.
• Klik tombol Update Driver. Akan muncul tampilan sebagai berikut.
• Dan tampilan di atas. terlihat dua pilihan yang harus dilakukan sebagai berikut: Install Software Automatically. Dengan pilihan ini, komputer akan melakukan pencarian driver secara otomatis. Install from a list spesific location. Opsi ini dipilih jika Anda sudah memiliki disket atau CD driver dari perangkat ke ras yang dipilih untuk di update drivemya.
• Sebagai contoh, pilih opsi [Install Software Automatically] dan kemudian tekan tombol [Next] untuk melanjutkan proses.
• Proses pencarian driver secara otomatis dilakukan oleh komputer. Jika ditemukan driver yang cocok, maka proses akan berhenti.
• Tetapi jika tidak, maka akan muncul tampilan untuk melakukan pencarian lokasi driver secara manual sebagai berikut.
• Untuk menuju lokasi driver yang diinginkan, klik tombol Browse dan can driver atau folder dimana terdapat lokasi driver tersebut. Dan jika file driver sudah ditemukan, ikuti langkah-langkah yang ditunjukkan oleh kotak dialog tersebut sampai proses selesai.
7. Windows Gagal Memanggil Profile.
 Gejala :
Ketika sedang proses booting Windows, tiba-tiba muncul pesan “Windows Cannot Load Your Profile Because It May Be Corrupted”. Setelah muncul pesan tersebut, windows tidak dapat memunculkan profile yang sebelumnya sudah diatur sesuai user yang sedang aktif.
 Solusi :
Lakukan langkah sebagai berikut:
a. Klik kanan [My Computer], lalu pilih Properties.
b. Pilih tab [Hardware] lalu klik [Device Manager].
c. Cari bagian [disk drives], dan double klik harddisk yang Anda miliki.
d. Hilangkan tanda [enable write caching] pada bagian kolom [write caching].
e. Klik OK untuk mengakhiri proses. Setelah itu, lakukan booting secara safe mode dengan login secara administrator..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar